Aku butuh "screen capture" yang cepet dan mudah, kalau bisa format keluarannya gambar bitmap tipe PNG. File-nya dikasih nama sesuai waktu biar ga kembar-kembar.
[code]xwd -root | convert - `date +%Y%m%d%H%M%S`.png[/code]
Bash: operasi array dengan 'for'
Ceritanya hari ini aku bikin skrip shell (Bash) buat jalankan daemon untuk beberapa user berdeda di gateway lab. Menyadari aku baca ABS belum pernah tamat, harus baca-baca lagi. Hasilnya:
[code]USERS=( byu liyan )
start() {
for user in ${USERS[@]}
do
sudo -u $user transmission-daemon
done
}[/code]
Hati-hati, Bash itu space-sensitive!
[code]USERS=( byu liyan )
start() {
for user in ${USERS[@]}
do
sudo -u $user transmission-daemon
done
}[/code]
Hati-hati, Bash itu space-sensitive!
Beres-beres HDD di lab
Dari akhir pekan kemarin di Lab. Infokom Elektro lagi beres-beres harddrive di komputer gateway lab. Selain nambah sebiji lagi harddrive buat LVM, ada yang nebeng mindahin file pribadi ke HDD baru (ya, itu aku).
Fotonya:


Setupnya acak-acakan (kabinet di lab juga masih berantakan sehabis pasang switch gigabit-ethernet baru), dengan 2 PSU--yang salah satunya sempat lupa pasang fan-nya (yang ada tulisan "IKI SANGAR")
Fotonya:


Setupnya acak-acakan (kabinet di lab juga masih berantakan sehabis pasang switch gigabit-ethernet baru), dengan 2 PSU--yang salah satunya sempat lupa pasang fan-nya (yang ada tulisan "IKI SANGAR")
One liner shell of the day : #26 (CentOS 6.5 nambah repo EPEL buat yum)
[code]rpm -Uvh download.fedoraproject.org/pub/epel/6/x86_64/epel-release-6-8.noarch.rpm[/code]
Duh, keluarga RH emang reponya macam-macam. :D (kaya keluarga Slackware ga macam-macam aja) :D
Duh, keluarga RH emang reponya macam-macam. :D (kaya keluarga Slackware ga macam-macam aja) :D
Polemik One-Way di Betek
Label:
baca-rasa-pikir-tulis,
kampus
/
Comments: (0)
Sudah dari paruh terakhir tahun kemarin, kebijakan jalan searah di kawasan Universitas Brawijaya: M.T. Haryono, Panjaitan, Gajahyana (Sumbersari-Betek) masih jadi polemik sampai saat ini. Buktinya masih ada baliho yang menyatakana ketidaksetujuan terhadap kebijakan ini yang dipajang di sepanjang jalan.
Sampai saat ini, ada pengaturan terjadwal: one-way dari pukul 6.00 sampai 18.00, two-way dari pukul 18.00 sampai 6.00. Hal ini tidak mengurangi ketidaksetujuan warga mengenai skema one-way, kalaupun berkurang itu cuma gegara mereka sudah lelah.
Ada pendekatan yang perlu dicoba yang sampai sekarang belum dilakukan Walikota Malang:
Sampai saat ini, ada pengaturan terjadwal: one-way dari pukul 6.00 sampai 18.00, two-way dari pukul 18.00 sampai 6.00. Hal ini tidak mengurangi ketidaksetujuan warga mengenai skema one-way, kalaupun berkurang itu cuma gegara mereka sudah lelah.
Ada pendekatan yang perlu dicoba yang sampai sekarang belum dilakukan Walikota Malang:
- undang semua ketua RT, RW, Camat, Lurah, dan tokoh masyarakat setempat ke GOR Polinema. Mereka bakal merasa dihargai kalau diundang langsung oleh Walikota,
- buat diskusi terbuka dengan mengedepankan kenapa one-way diterapkan, termasuk berbagai pertimbangan teknis dan ekonomisnya (termasuk juga pengurangan beban terhadap Jembatan Borobudur sisi Timur yang segera ambruk),
- benahi infrastuktur, eg: penertiban lalu lintas agar lampu lalu lintas dari arah utara di Jembatan Borobudur sisi timur benar-benar dianggap,
- jalan masuk ke Universitas Brawijaya dari gerbang selatan (Soekarno-Hatta) segera dibuka dan semua lampu lalu lintas di perempatan suram ini difungsikan sepenuhnya dengan pewaktuan yang adaptif.
Parkir Sepeda di Elektro
Setelah dari dulu pengen ada parkir sepeda di Elektro (bareng teman-teman angkatan 2008), akhirnya ada juga (walaupun secara teknis parkiran sepedanya agak 'cacat', tapi oke aja, deh!
Terima kasih buat semua pihak yang mengusahakan rak parkir sepedanya.
[caption id="attachment_789" align="alignnone" width="300"]
[/caption]
Terima kasih buat semua pihak yang mengusahakan rak parkir sepedanya.
[caption id="attachment_789" align="alignnone" width="300"]
[/caption]