Kuliah buat Kerja?

Waktu itu ada yang bilang begini sama aku, "Kita itu kuliah buat kerja, kerja cari uang, beli ini-itu, menikah" saat acara makan bersama dari anggota laboratorium tempat saya 'bermain'. Di kesempatan lain beliau (orang yang sama) mengomentari keinginan hidup saya: tentang bekerja sebagai engineer (beneran), earning money from certain--specific purposes, and such.

Beliau juga mengatakan tentang bagaimana kita harus patuh terhadap prosedur kerja, walaupun beberapa bumbu inovasi kecil mungkin dapat membuat hal-hal menjadi lebih menarik. Juga kutipannya berbicara mengutip managernya, "Kamu ga kerja di sini juga kita ga bakal rugi."

Kutipan terakhir tersebut membuat saya (sedikit) sakit hati. Menurutku setiap orang dengan kondisinya masing-masing, kelebihan dan kekurangan masing-masing, mempunyai tempat spesialnya masing-masing. Pencapaian setiap orang tidak harus sama, bahkan harus tidak sama. Lingkungan kita bekerja (nanti) harusnya menghargai kita semestinya, tidak hanya dengan upah yang sesuai, namun juga penghargaan saat kita melakukan sesuatu buat mereka (dan diri kita sendiri) dan koreksi saat kita membuat kekeliruan.

Kerja buatku tidak hanya sekadar mendapat penghasilan, namun juga mengembangkan diri, mengeksplorasi kemampuan dan kemungkinan, mencari rekan dan menjaga kerpercayaan yang diberikan. Kalau kamu?

Waktu, Hidup

Waktu: Itu, Kini, Nanti
Hidup: Jiwa atau Nyawa


Masa kita belum terluka karena daun dan biluh bambu,
masa kita pikir bentangan laut itu biru,
masa kita rewel dengan jalan berbatu,
masa kita rasa resah dan ragu adalah ketidakpunyaan, bukan ketidakbisaan dan dilema.

Kalau kamu tanya mengapa masa itu selesai, jawabku
"Kita tumbuh, kita berkembang,
kita jatuh, kita terluka,
kita pulih, kita pupus"
"Karena masa adalah finit dan berbatas,
karena masa adalah nisbi,
karena masa adalah tidak abadi"




Aku yakin hidup ini bukan cuma sekuel
buat menampilkan cerita atau apa,
buat memesona orang-orang,
buat memenuhi keinginan ini dan itu,

yang terpotong di sana-sini untuk menunjukkan pentingnya bagian-bagiannya.
Hidup ini utuh, dari cercah hingga pupus.

Hidup ini:
berserah, patuh, menghiasi diri,
berbuat baik, berkata baik, berpikiran baik,
menyadari keliru dan salah,
berserah, patuh, menghiasi diri,
berbuat baik, berkata baik, berpikiran baik,
menyadari keliru dan salah,
berserah, patuh, menghiasi diri,
berbuat baik, berkata baik, berpikiran baik,
menyadari keliru dan salah,
...

Hidup ini utuh, dari cercah hingga pupus.


Dewasa?
Cacah hitungan revolusi terhadap surya melampaui jumlah tertentu,
atau hukum yang mengenaimu telah berganti,
atau sekadar tindakmu lebih rasional ketimbang menjunjung mimpi dan harap.

Kita selalu kita,
entah menangis, entah tertawa, entah tersenyum, entah diam.
Tidak ada yang benar-benar berganti,
lingkunganmu hanya berubah.

Lakukan apa-apa yang kamu perlu lakukan,
ingat apa yang kamu lakukan baik,
ingat apa yang kamu lakukan berantakan,
ingat apa yang kamu lakukan keliru,
pikirkan, renungkan,
lakukan lebih baik,
hingga pupusmu.


___
ditulis pakai Geany, dini hari tadi
makasih buat Bayu yang mau bikinin tipografinya (aku kopok lek ngenean)

nas.ub autologin buat Windows

Karena belakangan banyak yang minta skrip autologin buat Windows (kan sebelumnya pakai skrip shell yang notabene ga selalu ada di Windows), aku tambah skrip buat Windows.

Download dari sini.
Yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan file webauth, jalankan skrip dengan ekstensi BAT yang tercantum, lalu berdoa (keterangan selebihnya bisa dibaca di file README yang tercantum).

Skrip ini cuma memudahkan (otomatisasi) login; mekanisme keamanan, kerahasiaan akun, dan segala macamnya bukan tanggung jawabku tentunya.

One liner shell of the day : #12

Kali ini kasusnya komputerku yang kutinggal dari kemarin--eh, ternyata memori 2 GB udah kepakai banyak buat disk-cache (sampe meluber ke swap segala).
--dan banyak window file manager yang terbuka, kayanya tadi malam ada yang nancepin flashdisk terus bingung bagaimana [prosedur yang baik untuk] nyopotnya

Solusinya biar bisa (segera) dipakai buat aplikasi lain:
sync && echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches

my new rig

Komputerku yang baru-baru ini (setelah pulang PKL) kupasangin casing yang bener, kutaruh di kampus karena di kamarku udah penuh barang-barang (dan jatah komputerku di lab udah kudonasikan buat lab FPGA yang segera mau buka :) )


Snapshot desktopnya: Slackware 13.37. XFCE pakai iconset tango (KDE). Mau naik pangkat tapi masih malas banget reboot (kalo ga gara-gara listrik padam aja). Dari ikon di tray harusnya kelihatan dipakai apa aja, hehe.

NAS.ub auto-login (termauth)

Melengkapi post sebelumnya tentang auto-login ke NAS.ub, ada tambahan form yang harus dikirim, yaitu: termAuth.
---post sebelumnya membahas tentang form webAuth.

Singkat cerita ada 2 paket yang harus dikirim, tapi aku bakal cuma tulis paket untuk termAuth di post ini (biar yang satunya banyak yang baca, hehe). Paket termAuth berisi:
POST /termsAuth/index.htm?www.google.com/search?q=a&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:unofficial&client=firefox-nightly HTTP/1.1
Host: 175.45.184.173
User-Agent: Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64; rv:14.0) Gecko/20120314 Firefox/14.0a1
Accept: text/html,application/xhtml+xml,application/xml;q=0.9,*/*;q=0.8
Accept-Language: en-us,en;q=0.5
Accept-Encoding: gzip, deflate
Connection: keep-alive
Referer: http://175.45.184.173/termsAuth/index.htm?www.google.com/search?q=a&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:unofficial&client=firefox-nightly
Content-Type: application/x-www-form-urlencoded
Content-Length: 38

check_id=on&submit=Continue&clause=yes


Skrip shell perlu diubah sedikit menjadi:
#!/usr/bin/bash
while [ 1 ]; do cat termauth | nc nas.ub.ac.id 80; cat webauth | nc nas.ub.ac.id 80; sleep 200; done


Done!

NAS.ub auto-login (webauth)

Baru-baru ini (mulai akhir Januari) di UB dipasang mekanisme login melalui web yang baru untuk RADIUS yang menggantikan yang lama (yang biru-putih itu).

Ada beberapa kekurangan yang pada antarmuka web yang baru ini:
- ga pakai SSL (mana sertifikatnya?),
- ga ada fungsi hash,
- isinya cuma plain text,
- interval sesi yang terasa terlalu cepat (berapa menit sih sebenarnya? atau aktivitas?),
- ga ada logo UB-nya (d'oh!),
Kesimpulannya: ndak mbois, blas!

Menanggapi kejengkelan tersebut, aku iseng-iseng bikin skrip auto-login biar bisa ninggal komputer download sampai besoknya. Pendekatannya sederhana: tangkap paket waktu login, duplikasikan secara periodik dengan shell/batch script.

Untuk mendapatkan bentuk paket, aku pakai wireshark, harusnya segera dapat paket HTTP dengan bentuk semacam ini:

POST /webAuth/ HTTP/1.1
Host: nas.ub.ac.id
User-Agent: Mozilla/5.0 (X11; Linux x86_64; rv:13.0) Gecko/20120313 Firefox/13.0a1
Accept: text/html,application/xhtml+xml,application/xml;q=0.9,*/*;q=0.8
Accept-Language: en-us,en;q=0.5
Accept-Encoding: gzip, deflate
Connection: keep-alive
Referer: http://nas.ub.ac.id/webAuth/
Content-Type: application/x-www-form-urlencoded
Content-Length: 62

username=--nimku--&password=--passwordku--&pwd=--passwordku--&secret=true


Paket tersebut tinggal disimpan jadi file dengan menu "Save as" di wireshark :) Trim header-header dari enkapsulasi (aku pakai dd) sampai jadi paket HTTP-nya.

Nah, setelah punya file yang berisi paket tersebut kita bisa kirim secara periodik. Aku gunakan nc (netcat) untuk manipulasi socket-nya. Aku buat shell script:
#!/usr/bin/bash
while [ 1 ];
do cat paket-login | nc nas.ub.ac.id 80;
sleep 500; # 500 detik
done;

--buat sistem operasi Windows pakai skrip batch, yah. aku ga bisa jelasin, deh

Langkah terakhir, berdoa semoga skripnya bisa jalan sesuai yang diinginkan :)