Tuhan, saya ndak pinter...
tapi mohon kalau pas saya pinter, ada manfaatnya.
padahal kitanya yang ndak paham batasan-batasan yang sebenarnaya
Tuhan, saya ndak pinter...
tapi mohon kalau pas saya pinter, ada manfaatnya.
Entah mengapa saya paling gething kalau seseorang mengerjakan sesuai karena profesionalisme. Buat saya profesionalisme itu dijabarkan dengan:
Ada yang bilang bahwa menjadi profesional membuat kita kurang dinamis, berwarna,kreatif, lah. Definisi di kamus juga berkesan tidak jujur, pretensius, gelap.
Yang luhur buat saya dari profesionalisme itu code of conduct-nya: bulir-builir normatif yang dijunjung luhur di atas pengaruh praktis dan pragmatisme. Ini yang menggambarkan passion. Untuk menjamin bahwa kita bisa mengerjakan hal tersebut, kita belajar, lah.
Berhentilah menjadi profesional! Kalau kita tahu yang [hendak] kita lakukan itu baik, lakukan! Kalau kita tidak terampil melakukan hal tersebut, belajar! Kalau pekerjaan kita dimotivasi kompensasi, apalagi yang material, itu dangkal!
Mumpung lagi peringatan Hari Proklamasi Indonesia, tulis-tulis, la.
Di musim Agustusan ini, saya jadi lebih sering dengar doa ini:
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
(Kahf: 10)
Tuhan kami, datangkan pada kami (sebagian) rahmat dari sisiMu dan siapkan kami dari urusan/masalah kami sebuah jalan/solusi yang lurus.
Di Indonesia, doa ini turut dipopulerkan oleh Gus Dur keempat; kata Beliau washilahnya dari Sunan Ampel. Kalau ada ceramah di momen kenegaraan, Beliau biasanya menutup ceramahnya dengan dota ini. Pak Tri biasanya juga gitu, sih. Hehehe.
Ayat ini turun atas ketidakpuasan sekelompok orang atas pemerintahan di tempat mereka tinggal. Mereka memutuskan untuk mengungsi ke dalam gua: berdoa, ngetem, tidur(?), sampai pemerintahan tersebut berganti. Doa ini dihaturkan sebelum mereka mengungsi, berharap rahmat (cinta Tuhan buat kita dalam kondisi yang susah dan tidak mengenakkan) dan minta dipersiapkan untuk konklusi krisis tersebut dengan jalan yang tidak memancing lebih banyak kerumitan. Saya tentunya bukan ahli tafsir, tapi kira-kira begitu, lah. Pean juga bisa puter-puter sendiri maknanya dari terjemah bebas tersebut.
Mengungsi, menjauh, lari dari masalah; nampak pengecut, pasif, tidak menyelesaikan masalah, tidak pro-aktif, tidak solutif. Tapi cuma beginilah yang rakyat di kondisi yang tertekan bisa lakukan: berdoa, belaku baik secara mandiri, bertahan hidup sekenanya sendiri. Dewasa ini kita juga banyak ndak terima sama pemerintah Indonesia: yang banyak hutang negara, banyak korupsi, birokrasi banyak pungli, banyak pencitraan. Bentuk nasionalisme kita sebagai rakyat--selemah-lemahnya--berdoa begini, berusaha sekenanya. Kita bisa au-ah-gelap sama pemerintah, tapi sama Tuhan--sebagai umat beragama--tetap doa, lah.
Sekaligus tentang nasionalisme. ada hadits yang berkaitan:
حب الوطن من الايمان
Cinta negara adalah bagian dari Iman.
Negara di sini apa yang dimaksud? Kira-kira ada beberapa kata berbeda yang digunakan untuk negara di Bahasa Arab
وطن : bangsa, entitas sosial-manusia dari negara
بلد : tanah air, entitas fisik dari negara
دولة : entitas politis dari negara
ولايات : unit kesatuan negara, federasi
Yang kita cintai dan dekap erat ini bangsanya: orang-orang dan budayanya. Tanah tempat kita hidup bisa ganti (seperti kalau jadi emigran macam saya): pengkolan depan Sudimoro sudah ganti ruko, nasi pecel Pasar Blimbing kadang ndak jualan, pohon sawo depan rumah Mbah putri ditebang karena banyak ulat. Entitas politik yang berlaku langsung sama kita juga berganti, unit administrasinya juga begitu: pilihan presiden, pilkada, penempatan kerja, percaturan politik global yang molak-malik.
Tulisan ini tentunya jauh dari genap, tapi ya begini sudah lah, ya.
والله الموفّق إلى أقوم الطّريق
Ceritanya kode lagi berantakan, commit sebelumnya masih ok. Saya butuh balikin ke keadaan semula sebelum diacak-acak.
git reset --hardCeritanya saya ada laptop ber-Ubuntu yang mau dipasangin steam buat main Dota Underlords. Setelah steam di-install, dia merengek ndak mau nyala, bilang:
libGL error: failed to load driver: swrastdan semacam itu, lah.
Ternyata masalahnya berasal dari driver nvidia-430 (yang terpasang) yang cuma mencantumkan pustaka 64-bit, sementara steam masih pakai pustaka 32-bit.
$ sudo apt install nvidia-driver-430 libnvidia*430 libnvidia*430:i386 Berkas drivernya pakai 64-bit, tapi pustakanya pakai 64 dan 32-bit. Steam disumet, nyala.
CSS by Chama Digital. Template by Deluxe Templates. Support Dante Araujo. Best viewed on 1280px width display.