One liner shell of the day : #11

Nah, ceritanya setelah download manga Mirai Nikki aku ingin tiap chapter punya nama dua karakter angka, ie: 00 ... 58.

Nah, jadi di direktori tempat manga-manganya itu:
rename Chapter "" * && rename "" 0 ?

Nah, di situ ada beberapa argumen regex (regular expression), mari aku jelaskan:
- rename mengubah argmumen[1] menjadi argumen[2] yang diterapkan pada yang cocok dengan argumen[3] (buka man jika masih bingung),
- "" digunakan untuk merujuk string kosong (null),
- * merujuk ke 'apa saja',
- ? merujuk ke 'satu karakter apa saja'.

Jadi dua perintah di atas dapat diterjemahkan jadi:
- hapus semua tulisan "Chapter" terhadap semua file yang cocok (direktori di *nix juga file),
- tambahkan '0' kalau nama file cuma 1 karakter

Semoga ini ada gunanya, deh.

Addressing dan Routing (IPv4 dan IPv6)

Ini makalah (lagi) tentang pengalamatan dan penghalaan (routing--kalau ga familiar dengan istilahnya dalam Bahasa Indonesia) pada lingkup IPv4 dan IPv6.

Ada beberapa kemiripan antara kedua protokol, tapi perbedaannya juga ga bisa dibilang sempit. Terutama pada IPv6, yang sementara ini masih relatif jarang implementasinya di sekitar kita--bisa memberikan bagaimana IPv6 bekerja.

Link makalah di sini.

Induksi Matematik untuk Menentukan Bilangan Prima

Makalahku buat kuliah Matematika Diskrit. Isinya membahas metode induksi matematika untuk menentukan bilangan prima dan implementasinya dalam program C sederhana.

Ada beberapa optimasi kecil yang diterapkan yang bisa buat mahasiswa yang baru ambil Dasar Algoritma dan Pemrograman tertarik (biasanya jadi tugas kuliah, hehehe)
--sebetulnya pengen impelementasikan rvo (return-value-optimisation) tapi rung thuthuk pikiranku

Link dokumen makalah.

Distribusi Diskrit Bilangan Acak dari /dev/urandom

Ini makalah untuk tugas matakuliah Probailitas dan Statistika yang aku tempuh semester ini. Isi makalah membahas sifat distribusi dari bilangan-bilangan yang dibangkitkan dari file /dev/urandom di sistem operasi berbasis Linux.

Buat yang penasaran bisa baca di sini.

---disusun oleh Zulhaj Aliyansyah dan Gian Giovani

Pengembangan Kios PKL Comboran

Tahu sendiri pasar flea Comboran isinya apa: alat pertukangan, asesoris ponsel, perlengkapan komputer, pompa air, kacamata, onderdil sepeda, majalah lama ada.

Setelah beberapa pekan ga nyambangi Comboran, kaget juga tadi pagi ada bongkaran. Eh, ternyata bakal ada pembangunan ruko dan kios untuk pedagang kaki lima di Comboran (Jalan Halmahera)



Semoga barangnya makin variatif dan menarik, belanja di situ jadi lebih seru :)

Progam Visual Komurindo 2011 E-FLY 63

Nah, berhubung programnya sudah obsolete dan (tampak) ga bakal jadi bahan gunjingan aku upload, deh.

Sistem yang dipakai:
- Linux (kalau ga salah dulu pakai Zenwalk 6.4, deh),
- Qt 4.6,
- qwt pre 6 (aku coba compile pakai qwt 6 udah ga bisa--QwtCompass-nya udah beda).

Pembacaan dari serial com pakai operasi I/O standar glibc, karena waktu itu malas pakai qextserialport (baru official masuk Qt 5) trus butuh eksekusi yang efesien. Kodenya jadi gado-gado, tuh.

Buat aplikasi widget fotonya sih fail, belum nemu manipulasi pixmap yang bisa gegas updatenya (apa aku yang kopok, yah?)

Download di sini buat kodenya. Maaf ga ada screenshot, atau apa--udah kehapus semua dokumentasinya :(

Spiritualisme dalam Bersepeda

Spiritualisme dalam Bersepeda

Buat tiap orang bersepeda adalah pengalaman dan alasan yang berbeda. Bersepeda bisa jadi olahraga, (alternatif) transportasi, gaya hidup, profesi, atau sekadar mengikuti tren/gaya. Tapi lebih jauh dari itu, beberapa orang merasakan bersepeda adalah sebagian dari pengalaman spiritualisme.

Bukan sedikit kita lihat atlet di Grand Tour yang mengenakan kalung rosary, berdoa kemudian menyilangkan tangan antara bahu saat start, atau mengangkat tangan ke langit saat memengangkan etape untuk menghormati rekannya yang meninggal.
--RIP: Castarelli, Weylandt

--sayangnya di RB Road Rage atau Rampage biasanya bukan doa tapi kata-kata kotor dibarengi acungan jari tengah, duh. Ga bisa disalahkan juga, sih.

Kadang saat kita begitu lelah dan badan tidak lagi bisa diajak kompromi: kita tidak bisa mengatur ritme nafas dan kayuhan, pandangan kehilangan fokus, pusing di kepala dan sebagainya; kita sadar badan ini bukan milik kita--badan kita milik Tuhan.

Lebih ekstrem lagi, saat kita mengalami kecelakaan, entah itu ditabrak/menabrak, terpelating, tersenggol, terbentur, malfungsi rem, terantuk lubang/gundukan, terpeleset, dan sebagainya; kemudian jatuh tergeletak tidak berdaya--harusnya kita sadar bahkan nyawa ini hanya titipan, selebihnya milik Tuhan.

Terlepas dari agama yang dianut, melibatkan aspek spiritualisme dalam bersepeda tentunya hal yang baik. Kita akan menjadi pribadi yang semakin arif dan baik seiring dengan tingginya mileage, toh doa tidak akan menambah massa sepeda. :)

Buat saya, berdoa sebelum/saat/setelah bersepeda itu penting. Kita tidak tahu kapan akan terlempar di turunan, kapan ban akan selip saat tikungan, kapan akan menyenggol teman saat ramai-ramai, kapan rantai putus waktu tanjakan, kapan celah di antara dua kendaraan tidak cukup lebar untuk dilalui, kapan jarak cukup untuk mendahului dan memotong kendaraan di depan; atau sekadar memberi kepercayaan diri sehingga kita bisa mengayuh lebih keras, cepat dan lama.

بسم اللّه توكّلت على اللّه, ﻻ حول و ﻻ قوّة اﻻّ باللّه العليّ العظيم
I submit myself to God, as there is neither power nor might except within God